Home » » Mimpiku di puncak Gunung Lawu (Hargo Dalem)

Mimpiku di puncak Gunung Lawu (Hargo Dalem)

1 ( suro ) 2002 ,saat perjalanan menuju Puncak Gunung Lawu  aku awali dengan niat dan doa yang tulus dalam hati demi tercapainya tujuan dalam hidup yang akan aku jalani .Sebelum aku melakukan perjalan aku sudah meminta restu pada sang ibu dan ayahku yang waktu itu beliau masih hidup di dunia dan beliau wafat pada bulan desember  tahun 2004 ,dengan langkah yang pasti aku mulai merangkak dan bersama  beberapa temanku di antaranya Mr .sagi,karno (penthil) dan pur.perjalanan yang aku tempuh dengan berjalan kaki hingga sampai di kaki lereng gunung lawu aku ,dan teman-temanku mulai meminta ijin di gerbang utama cemoro kandang ,aku bersama temanku mulai menyisiri jalanan setapak yang menuju puncak lawu di tengah perjalanan aku di sambut se’ekor burung yang selalu mengikuti aku dan teman-temanku seolah-olah burung tersebut memberi petunjuk atau memberi  jalan untuk menuju puncak gunung lawu sebelum sesampainya aku di puncak gunung lawu aku bersama teman-temanku mampir ke sebuah sendang yang pertama kali untuk di kunjungi sebelum sampai di puncak gunung lawu yaitu Sendang Panghuripan,
Sendang Panghuripan
selesai membasuh muka dan telapak kaki dan tangan aku lanjudkan kembali perjalanan menuju puncak lawu hingga sampai ke tempat peristirahatan yang ke dua (2) di sebuah hamparan padang berumput yang luas sebuah tempat yang nikmat dan indah konon katanya di tempat tersebut dilarang tertidur di tempat tersebut biarpu tempatnya terasasangat nyaman,tempat tersebut dinamakan cokro Sengege.seusainya kami istirahat di cokro sengege kami pun melanjudkan perjalanan dan akirnya pun aku sampai di tempat yang mana tempat tersebut adalah tempat nomer satu yang menjadi tujuann utama para pendaki Gunung lawu yaitu Argo Dalem,dimana tempat tersebut menurut sejarah di tempat tersebut adalah petilasan Raja Brawijaya,setelah kami melakukan seikit ritual di petilasan tersebut  kami pun segera mencari tempat untuk istirahat tidak jauh dari tempat tersebut ada beberapa bedeng atau rumah yang beratap dari seng yang sengaja di sediakakn untuk para pengunjung yang menginap di puncak gunung lawu dan kami pun bermalam di tempat tersebut sambil menyiapkan makanan perbekalan yang kami bawa ( mi instan dan kopi ) sampai satnya tengah malam tiba kami mengunjungi kembali ke tempat petilasan Raja brawijaya (HArgo Dalem)
HArgo Dalem
untuk melakukan sedikit ritual setelah itu kami kembali ke bedeng dan membaringkan badan sampai saya pun tertidur hingga pulas sekali ,ternyata di dalam tidurku pun di sambut dengan bunga tidur yang sangat berkesan hingga kini ,isi dari bungga tidur ( mimpi) tersebut aku telah di beri gambaran mengenai perjodohanku dengan gadis atau wanita yang akan saya persunting sebagai istri,karena pada saat itu aku masih lajang atau belum menikah  di dalam mimpiku aku bertemu dengan dua orang Gadis yang dua-duanya sangat cantik sekali yang satu sangat jelas sekali karena gadis tersebut adalah kekasih hatiku pada saat itu dan sekarang menjadi istriku  ( indri herisraya ) tetapi dalam mimpiku tersebut keduanya menjadi istriku,yang sekarang menjadi kenyataan adalah istriku yaitu indri herisraya ,tetapi gadis yang satu lagi aku belum pernah menemui atau berjumpa dengan gadis yang mukanya hingga kini masih teringat jelas meski hanya dalam mimpi,mungkin itu hanya dalam mimpi ,tetapi gadis yang dalam mimpi tersebut salah satunya menjadi kenyataan.

0 comments:

Post a Comment